Mitos Seputar Sumur Jalatunda 2

Keberadaan sumur Jalatunda memang tidak sepopuler candi Prambanan jika dikaitkan dengan keberadaan Roro Jonggrang. Padahal sumur Jalatunda itu sendiri merupakan syarat pertama yang diajukan Roro Jonggrang kepada Bandung sebelum pembuatan candi, namun pada kenyataannya sangat sedikit sekali yang mengaitkan sumur Jalatunda dengan kisah Roro Jonggrang.

 

Jika kita mendengar kata candi Prambanan atau candi  (keraton) Boko maka secara otomatis ingatan kita akan tertuju pada kisah Roro Jonggrang di masa lalu. Sedangkan saat mendengar kata sumur Jalatunda, hanya sedikit saja yang menghubungkan keberadaannya dengan kisah Roro Jonggrang.

 

Hal ini mungkin dikarenakan letak sumur Jalatunda yang letaknya cukup jauh dari letak candi Prambanan maupun keraton Boko. Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah sumur Jalatunda memiliki kultur yang berbeda dengan masyarakat Prambanan, sehingga mereka memiliki perbedaan pandangan dalam menafsirkan satu kejadian di masa lalu.

 

Sama halnya dengan mitos yang ada di sekitar sumur Jalatunda. Jika Anda pernah berkunjung ke sumur Jalatunda, saya yakin bahwa memori Anda akan mengarah pada mitos melempar batu. Padahal ada satu mitos lagi yang dipercaya oleh masyarakat Jalatunda, yakni mitos menghitung anak tangga.

 

Mitos menghitung anak tangga memang kalah populer dibandingkan dengan mitos 'lemparan batu'. Padahal keduanya terletak pada satu wilayah yang sama yakni di sumur Jalatunda. Ya, memang begitulah kekuatan sebuah ingatan, hanya peristiwa yang dianggap menariklah yang akan terus diingat, sedangkan yang kurang menarik akan terlupakan begitu saja.

 

Namun kali ini kami justru akan mengingatkan Anda dengan keberadaan mitos menghitung anak tangga di sumur Jalatunda.

 

Jika Anda pernah mengunjungi sumur Jalatunda, Anda pasti menemukan anak tangga yang disusun untuk mempermudah para pejalan kaki menuju puncak Jalatunda. Nah anak tangga inilah yang dipercaya memiliki mitos yang tidak kalah uniknya dengan mitos melempar batu di puncak Jalatunda.

 

Konon katanya, siapapun yang berhasil menghitung anak tangga dari bawah ke atas (naik menuju puncak Jalatunda) dan dari atas ke bawah (menuruni tangga) tanpa adanya selisih diantara keduanya, maka bagi yang single akan segera menemukan jodoh yang didambakannya dan bagi yang sudah mempunyai pasangan akan segera disatukan dalam satu ikatan suci pernikahan, dan bagi yang sudah menikah akan segera dikaruniai seorang buah hati.

 

Mitos ini tergeser dengan mitos melempar batu mungkin dikarenakan keberadaan mitos ini cukup menyulitkan.

  • Alasan yang pertama yakni Anda harus menghitung anak tangga ketika naik menuju puncak Jalatunda dan kembali menghitungnya saat menuruni anak tangga. Berarti harus dua kali kerja.
  • Alasan kedua yakni Anda dituntut untuk konsentrasi pada anak tangga, hanya pada anak tangga. Hal ini cukup menyulitkan karena dengan terus berkonsentrasi dengan anak tangga maka secara otomatis Anda akan melewatkan pemandangan yang menakjubkan di sepanjang jalan menuju puncak Jalatunda.

 

Namun bagi seseorang yang memiliki rasa penasaran yang tinggi, ia akan rela menghitung anak tangga selama perjalanan dan menghiraukan indahnya pemandangan di sekitarnya. Mungkin keteguhan ini lah yang akan mendatangkan jodoh yang terbaik sebagai hadiah atas keteguhan hatinya.

 

Selamat menghitung anak tangga..!

 

 

 

 

 

Alamat Kantor


Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

 

Call Center 1


Telepon & SMS: 085712999772

 

WhatsApp: 085712999772

 

Email: spiritualpower88@gmail.com


 

 

Call Center 2


Telepon & SMS: 082223338771


WhatsApp: 082223338771


Email: bagianpemesanan@gmail.com

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)

Contoh : +6282223338771

 


 

Hari dan Jam Kerja

Call Center Kami


Senin-Sabtu, pukul 08:00-22:00 WIB

Sebelum datang, harap telepon dulu.

 

 

Praktek Supranatural Resmi


Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

 

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini