Asal Usul Mustika Mahkota Roro Jonggrang

Sejak ribuan tahun, kisah Roro Jonggrang yang berkembang di masyarakat hanya berhenti pada saat dikutuknya Roro Jonggrang oleh Bandung Bondowoso. Tak ada satupun cerita yang mengisahkan bagaimana keadaan Roro Jonggrang setelah itu. Apakah jiwanya lenyap karena kekuatan kutukan tersebut, atau jiwanya berkelana entah kemana ataukah jiwa Roro Jonggrang tetap bersemayam dalam istana abadinya, yakni Prambanan.

 

Keingintahuan semacam itulah yang menuntun kang Masrukhan untuk mengunjungi Prambanan malam itu. Sebagai seorang ahli ilmu supranatural, kang Masrukhan memang sudah berpengalaman melakukan perjalanan astral keluar masuk menembus dimensi alam gaib. Di malam Jum’at Wage bertepatan dengan malam tanggal 15 penanggalan hijriyah, kang Masrukhan mencoba melakukan ritual di salah satu gugusan candi Prambanan.

 

Setelah melakukan ritual selama beberapa jam, kang Masrukhan mencoba melakukan perjalanan astral menembus alam Kanjeng Putri Roro Jonggrang. Di tengah perjalanan, muncullah beberapa makhluk melata yang berukuran besar dan mengeluarkan lendir di seluruh tubuhnya.  Satu diantara mereka mulai menyerang kang Masrukhan, namun dengan sigap kang Masrukhan menghindar. Tak mau kalah, si melata tersebut mencoba menyerang lagi, dengan cekatan kang Masrukhan menangkis balik serangannya.

 

Mengetahui bahwa serangan temannya itu dapat ditangkis dengan mudah, puluhan makhluk melata tersebut pun mencoba menyerang secara bersama-sama. Segala tenaga dikeluarkan kang Masrukhan untuk meladeni pertarungan yang tidak imbang itu. Namun ternyata kekuatan mereka tidak segarang tampak luarnya, cukup beberapa serangan saja, mereka tumbang satu per satu.

 

Sekitar tengah malam kang Masrukan ditemui sukma Kanjeng Putrii Roro Jonggrang. Persis seperti cerita yang berkembang di masyarakat, paras ayu, lekuk tubuh yang indah, rambut hitam yang tergerai panjang serta pancaran auranya yang kuat mampu memikat siapapun yang melihatnya.

 

Pertemuan di malam purnama itu pun menghasilkan beberapa percakapan yang mengungkap keberadaan Roro Jonggrang selama ini. Serta bagaimana cara Roro Jonggrang mempertahankan dan menjaga wilayah Prambanan selama ini.

 

Percakapan antara kang Masrukhan dengan Roro Jonggrang berlangsung cukup lama. Saat hendak ijin pulang karena dirasa hari hampir pagi, kang Masrukhan diminta menunggu sebentar. Kanjeng Putri yang sebelumnya berjarak sekitar 2-3 meter dari kang Masrukhan kini mulai mendekat. Kanjeng Putri memberikan sebuah kenang-kenangan, yakni sebuah mustika. Tak lama ayam jago pun berkokok dan kang Masrukhan nyuwun pamit kondhur (minta ijin pulang).

 

Aneh, saat kang Masrukhan membuka matanya kembali ke dunia nyata, ternyata langit masih tampak gelap. Awalnya kang Masrukhan berpikir ini hanya mimpi, namun saat melihat sebuah mustika yang tergeletak di pangkuannya kang Masrukhan pun yakin bahwa sosok cantik yang menemuinya tadi adalah benar sosok Roro Jonggrang.

 

Pertemuan pertama kang Masrukhan dengan Kanjeng Putri Roro Jonggrang malam itu membuahkan sebuah mustika yang diberi nama : Mustika Mahkota Roro Jonggrang karena batu mustika tersebut didapatkan dari mahkota yang menghiasi kepala Kanjeng Putri Roro Jonggrang.

 

 

 

 

 

 

Alamat Kantor


Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

 

Call Center 1


Telepon & SMS: 085712999772

 

WhatsApp: 085712999772

 

Email: spiritualpower88@gmail.com


 

 

Call Center 2


Telepon & SMS: 082223338771


WhatsApp: 082223338771


Email: bagianpemesanan@gmail.com

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)

Contoh : +6282223338771

 


 

Hari dan Jam Kerja

Call Center Kami


Senin-Sabtu, pukul 08:00-22:00 WIB

Sebelum datang, harap telepon dulu.

 

 

Praktek Supranatural Resmi


Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

 

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini