Asal Usul Mustika Lesungalu

Ini adalah mustika kedua yang diperoleh setelah Mustika Mahkota Roro Jonggrang. Malam itu adalah malam Jum'at Kliwon tepat pada malam tanggal 15 bulan hijriyyah. kang Masrukhan kembali berkunjung ke candi Prambanan dan melakukan ritual di pelataran candi Prambanan. Rogo sukma kang Masrukhan pun mulai mengembara menembus dimensi alam Kanjeng Putri Roro Jonggrang.

 

Malam sudah semakin larut, namun Kanjeng Putri Roro Jonggrang tak kunjung muncul menemui kang Masrukhan. Tanpa putus asa kang Masrukhan masih melakukan ritual dan terus berharap Kanjeng Putri bersedia menemuinya.

 

Tak lama kemudian, sayup-sayup terdengar suara kotekan lesung dan alu. kang Masrukhan mencoba melihat ka kanan dan ke kiri mencoba mencari tahu dari mana asal suara tersebut. Tak nampak seorang pun yang berada di sekitar candi, apalagi orang yang sedang memukul lesung. kang masrukhan pun membiarkannya, toh suaranya terdengar lirih jadi tidak akan mengganggu konsentrasinya.

 

Semakin lama, suara kotekan lesung dan alu itu pun terdengar semakin nyaring. Namun kang Masrukhan sama sekali tidak terganggu dengan keberadaan suara tersebut. Iramanya justru menyenangkan, hingga membawa kang Masrukhan merasakan suasana pedesaan di pagi hari dengan pemandangan sawah yang terhampar luas. Terasa sejuk dan menggembirakan.

 

Terlihat beberapa perempuan desa bersemangat memukul lesung dengan alu secara bergantian. Semuanya tampak ceria melakoni kehidupannya yang damai.

 

Ada seorang perempuan yang tampak menonjol di antara perempuan penumbuk padi lainnya. Itu dikarenakan tubuhnya yang tinggi semampai serta wajahnya yang ayu. Agak lama kang Masrukhan memperhatikan si perempuan itu. Sadar bahwa ada yang memperhatikan, si perempuan tersebut pun membalas tatapan kang Masrukhan dengan sebuah senyuman.

 

Hari semakin siang, terik matahari seolah membakar kulit kang Masrukhan. Namun tidak ada satupun perempuan desa itu yang menghentikan kegiatannya menumbuk padi. Semangat mereka masih sama seperti pagi tadi, masih memukul lesung dengan semangat dan menghasilkan irama yang harmoni. Wajah mereka pun tetap ceria seolah panasnya matahari tak dirasakannya.

 

Terik matahari yang semakin panas tak kuasa ditahan oleh kang masrukhan. Keringat pun bercucuran bak air hujan.

 

Byar, tiba-tiba kang Masrukhan tersedot kembali ke alam nyata. Nampak langit masih begitu gelap, namun keringat kang Masrukhan bercucuran hingga membasahi seluruh pakaian yang dikenakannya waktu itu seolah-olah siang benar-benar membakar tubuh kang Msrukhan kala itu.

 

Suara kotekan lesung dan alu kini tak terdengar lagi. Hening, suasana menjadi benar-benar hening. Tampak di hadapannya sebuah batu yang berkilau terkena pantulan sinar rembulan malam itu. Iya, itu adalah sebuah mustika. Kang Masrukhan sangat yakin bahwa perempuan tinggi semampai berwajah ayu yang berada di tengah-tengah perempuan penumbuk padi itu adalah Kanjeng Putri Roro Jonggrang. Dan mustika yang ada di hadapannya kini adalah mustika pemberian Kanjeng Putri.

 

 

 

 

 

 

Alamat Kantor


Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

 

Call Center 1


Telepon & SMS: 085712999772

 

WhatsApp: 085712999772

 

Email: spiritualpower88@gmail.com


 

 

Call Center 2


Telepon & SMS: 082223338771


WhatsApp: 082223338771


Email: bagianpemesanan@gmail.com

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)

Contoh : +6282223338771

 


 

Hari dan Jam Kerja

Call Center Kami


Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, harap telepon dulu.

 

 

Praktek Supranatural Resmi


Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

 

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini