Asal Usul Mustika Aji Boko

Malam itu dikenal sebagai super moon dimana bulan memiliki ukuran yang tampak lebih besar dibandingkan biasanya. Tak mau melewatkan moment indah tersebut, kang Masrukhan berinisiatif mengajak beberapa rekan kantor pergi ke alun-alun Kudus untuk menikmati keindahan super moon.

 

Sesampainya di lokasi, ternyata banyak sekali orang yang melewatkan malam di alun-alun pusat kota Kretek tersebut. Karena situasi penuh sesak, kang Masrukhan pun mencoba mengitari alun-alun demi mencari tampat yang cukup luas dan nyaman untuk duduk bersantai bagi mereka. Dapatlah satu lokasi yang berada di arah timur daya alun-alun.

 

Malam semakin larut hingga alun-alun yang sebelumnya penuh sesak kini hanya tinggal beberapa gelintir saja. Melihat supermoon sembari berbaring di alun-alun kota Kudus terasa sangat nyaman sekali. Tak terasa kang Masrukhan pun sudah menyeberang ke alam tidurnya. Ternyata tidurnya kang Masrukhan kala itu bukanlah tidur biasa, karena rogo sukmo kang Masrukhan justru keluar menembus dimensi astral.

 

Saat baru saja memasuki dimensi alam gaib, kang Masrukhan disambut sesosok pria berbadan kekar berotot, berbadan tinggi besar melebihi rata-rata manusia lainnya. Sosok tersebut berjalan semakin mendekati kang Masrukhan. Saat jarak sudah dekat sosok tersebut mengayunkan sebuah senjata (seperti palu) yang ada di tangan kanannya. Tahu bahwa dirinya lah yang menjadi target, dengan cekatan kang Masrukhan menghindar.

 

Mengetahui serangannya dapat dihindari, sosok tersebut berjalan semakin mendekat dan kembali mengayunkan senjatanya. Untuk kedua kalinya, kang Masrukhan memilih menghindar lagi. Tak mau menghindar terus-terusan kini kang Masrukhan mencoba melawan. Tampak sosok besar itu menyeringai memperlihatkan gigi-gigi besarnya yang tidak rata. Pertarungan pun mulai memanas.

 

Segala jurus dikeluarkan kang Masrukhan untuk melawan sosok yang terus saja menyerang seolah tak mau memberi ampun kepada lawannya. Betapa cepatnya serangan demi serangan mengarah kepada kang Masrukhan, namun kang Masrukhan tidak kalah lincahnya mengarahkan jurus-jurus andalannya untuk menghadapi makhluk besar nan garang itu. Betapa ini adalah sebuah pertarungan yang sangat sengit sekali. Dengan nafas yang terengah-engah kang masrukhan tetap mencoba melawan sosok tersebut.

 

Di tengah-tengah pertarungan, kang Masrukhan ingat bahwa ayahanda Roro Jonggrang memiliki perawakan yang sama seperti sosok yang dihadapinya kini. Kang Masrukhan pun berinisiatif mengeluarkan Mustika Mahkota Roro Jonggrang yang kebetulan saat itu ada di sakunya. Dengan maksud memberi tahu sosok tersebut bahwa kang Masrukhan adalah teman dari putri kesayangannya dan berharap sosok tersebut menghentikan serangannya.

 

Benar juga, seketika mustika tersebut dikeluarkan, sosok tersebut tak lagi menyerang. Dia mengambil mustika yang ditunjukkan kang Masrukhan dan kembali menyeringai. Lalu kemudian pergi menjauh sambil tertawa kegirangan, namun tawa itu terdengar sangat menggelegar dan cukup seram di telinga kang Masrukhan.

 

“Tangi kang..!!” (Bangun kang..!!) begitulah kata salah satu rekan kantornya saat melihat kang Masrukhan berteriak-teriak dengan tubuhnya yang penuh keringat.

“Jenengan mou ngimpi opo kang?” (Kamu tadi mimpi apa?) tanya rekannya kemudian.

“Sopo sing ngipi? Bar tarung aku” (Siapa yang bermimpi? saya habis bertarung tadi.) jawab beliau

 

Penasaran dengan kebenaran perjalanan astral tersebut, kang Masrukhan mencoba merogoh sakunya. Jika mustika Mahkota Roro Jonggrang tidak ada berarti pertarungan tersebut benar-benar nyata terjadi pada dimensi astral. Jika Mustika Mahkota Roro Jonggrang masih ada, berarti peristiwa yang baru saja terjadi tersebut hanyalah sebuah mimpi saja.

 

Betapa kagetnya beliau saat mendapatkan dua buah mustika dari dalam sakunya. Yang satu adalah mustika yang sama seperti yang diberikan oleh Kanjeng Putri Roro Jonggrang saat pertemuannya yang pertama kali di candi Prambanan. Dan satunya lagi adalah mustika baru yang belum dimiliki kang Masrukhan sebelumnya. Seketika itu pula kang Msrukhan mencoba menerawang mustika tersebut. Tampak jelas sekali keberadaan kekuatan perlindungan yang teramat hebat didalamnya. Seperti kekuatan perlindugan seorang ayah yang tidak mau anak gadisnya terluka sedikit pun.

 

Dengan nafas yang masih terengah-engah, kang Masrukhan memandang supermoon dan tersenyum bahagia. Ternyata Prabu Boko memiliki cara yang unik untuk memberikan ‘sesuatu’ kepada kang Masrukhan.

 

 

 

 

 

 

Alamat Kantor


Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

 

Call Center 1


Telepon & SMS: 085712999772

 

WhatsApp: 085712999772

 

Email: spiritualpower88@gmail.com


 

 

Call Center 2


Telepon & SMS: 082223338771


WhatsApp: 082223338771


Email: bagianpemesanan@gmail.com

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)

Contoh : +6282223338771

 


 

Hari dan Jam Kerja

Call Center Kami


Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, harap telepon dulu.

 

 

Praktek Supranatural Resmi


Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

 

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini